Tampilkan postingan dengan label Puisi Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Alam. Tampilkan semua postingan

A Leaf


Itu hanyalah sebuah daun
Sering kali kau abaikan
Jatuh satu per satu
Terbang rendah melayang di dekatmu
Sering kali kau tak acuhkan

Namun kini ia t`lah jauh
Saat kau kembali
Ia t`lah pergi
Saat kau pergi
Ia masih menanti
Terbawa angin entah kemana
Tak terarah menuju luas langit dunia
Andaikan kau bantu dia tuk terbang
Dia miliki tempat tuk berpulang
Kini Tersesat di rimba cakrawala
Mungkin kan dia temukan
Sesuatu yang tak pernah di damba
Namun sangat berarti untuknya

Padang Bunga



Kembalikan senyum ini
Yang kau hapus saat matahari baru terbit
Ketahuilah dunia tak seperti pikirmu yang sempit
Jauh didasar gelap bayang tersimpuh
Burung merpati merengkuh pohon tuk berteduh
Menyaksikan Luasnya langit awan bertabur
Mengubur dalam duka yang tersungkur

Di padang mana akan bersua
Di waktu apa semerbak bunga kembali mesra
Masih jelas melekat di pucuk bunga
Rindukan gemercik rintik hujan tenangkannya
Seiring hujan mereda, kupu kupu hinggap diatasnya
Bercanda tawa dibirunya langit bergelora
Menyapu bersih lusuhnya mahkota bunga

Arnanto K

Catatan Pengembara Waktu



Entah apa yang saya pikirkan hingga muncul inspirasi semacam ini, mungkin karna masa kecil saya yang ditemani Doraemon, maksud saya komik doraemon XD

Catatan pengembara waktu
-
Mampukah terbayangkan
Kembali kemasa kehampaan
Menuju dunia yang masih dipertanyakan
Terdengar indah bagi setiap orang
Tak sadarkah pahitnya kenyataan
.
Mampukah terlukiskan
Angin biru nampak jelas tak berdebu
Nyanyian alam seolah menyayat kalbu
Rimba terbentang luas menembus cakrawala
Berbeda dengan apa yang ada
Cerita moyang tentang kehidupannya
Menuai lahan yang dulu berseri
Seiring gedung-gedung perlahan menjulang tinggi
Memakan habis rimba yang perkasa
Sisakan duka yang terlupakan
.
Biarlah jejak membekas dan terhapus
Hingga tersadar asa kian pupus
Melihat daun tak lagi terjatuh
Biarlah hari esok kan tetap jadi kejutan
Tersadar manusia masih tapakkan kaki dialam
Yang kini tertutup harapan,nan duka yang tertanam
Jauh digelapnya dasar bumi
Menjulang tinggi diatas angkuh sang langit
Waktu memakan perlahan
Hingga tiada lagi tulang belulang
Bahkan tak tercium busuknya bangkai sendiri
Hingga tiada tersisa diwaktu ini
Hingga terasa kerasnya kepala, melebihi apa yang tlah mereka cipta

Arnanto K

Catatan Cakrawala



Puisi yang saya buat setelah keterpurukan terbesar dalam hidup saya, Tetapi waktu masih terus berputar dan saya tak bisa berhenti disini, Saya masih muda dan ingin lebih belajar lebih lagi agar dapat menyaingi karya sang maestro William Shakess.. Ah lupakan XD

Merangkak perlahan menuju senja
Terbentang nun jauh disana
Gerimis menjauh semakin reda
Dibalik bukit masih terlihat cahaya
Angkuhnya waktu bawa pergi sang surya
Kicau burung ramai iringinya
Duka lekat teringat luka

Langit jelas terlihat bungkam
Terkulai awan tinggalkannya
Memupuk asa tiada tersisa
Terlepas kalbu dari tampuknya

Angin timur memaksa tuk tak beranjak
Larut dunia tertelan malam
Dalam remang menuju temaram
Merobek jingga hingga menghitam
Heningnya terasa kian mencengkam
Berharap pagi datang menjelang
Menanti cakrawala kembali bersinar
Diufuk timur yang kembali terdengar

Arnanto K

Gapaimu



14 Agustus 2016 saat berada dipuncak Mt. Prau, Dieng Plateau, Wonosobo
Keindahan alam yang begitu memukau membuat inspirasi saya menggebu-gebu meski puisi yang saya ciptakan tak seindah alam yang ada


Beribu langkah kaki telah terpijakkan
Namun engkau tetap jauh diatas sana
Hujan dan angin malam yg menerpa
Pasir dan lumpur yg melekat erat
Tak surutkan niat ini tuk gapaimu..

Bintang gemintang hiasi malam
Dersik angin yg terdengar
Semangat akan keindahanmu
Tak pernah dapat padamkan api itu
Meski hanya sesaat saja
Seolah semua tak sia sia

Arnanto K