Tampilkan postingan dengan label Puisi Uncategories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Uncategories. Tampilkan semua postingan

Selepas Senja



Tak lelah kah engkau berjalan ?
Lewati gersangnya Padang kehidupan
Yang tiada tertemu ujung
Meniti langkah demi langkah
Namun enggan melihat indahnya langit
Yang penuh pengharapan.

Hantaman badai yang berlalu
Sisa angin yang masih membawa pilu
Kemana sebenarnya arah yang kau tuju ?
Kala Gemintang remang redup
Memperhatikan mu terkulaikan
Namun engkau nampak senang

Kala kabut mulai datang
Berjalan riang selayaknya anak kecil pada taman impian
Tersenyum melihat cermin yang tak gambarkan kenyataan
Dera mimpi yang engkau jalani
Terasa lebih baik dari mimpi-mimpi yang kau lupakan ...

Perbedaan Yang Ada


Apa yang dapat disalahkan
Semua tak mungkin kan kembali
Dan t'lah jauh tertingal pergi
Apa yang dirasa berbeda
Waktu tetaplah berputar sama

Meski dunia t'lah berubah
Tak satupun terlihat berbeda
Keyakinan dan kepercayaan
Tiada yang mampu merubahnya
Tak seorang pun mampu menghapusnya

Biarlah mereka datang berbicara
Sampaikan s'gala rasa kebencian
Tak perduli seburuk apa yang ada
Dan itu takkan merubah semuanya

Catatan Kematian


Mereka yang t'lah tertulis
Kengerian dari sebuah takdir
Alur terencana sebuah angkara
Menghapus satu per satu dosa

Iblis yang inginkan kepuasan
Tuhan di dunia yang mereka cipta
Namun manusia tetaplah sama
Yang pada akhirnya ajal menjemputnya

Tiada surga ataupun neraka
Yang t'lah mereka lakukan saat hidup
Sama halnya ketika mereka mati
"Kebusukan dunia ini!"
Jika benar ini akhir dari semua
Maka biarlah menjadi akhir yang tak sia-sia

Dilansir : Death Note


Amarah



Merah kalbu terbungkam bisu
Terpejam mata menutup pintu
Amarah ... tuntunlah selaku cerah
Hingga sepinya jiwa mampu tergugah

Banyak yang t'lah lama terpendam
Dalam ... hingga tak terluapkan
Tertinggalkan ... dan terlupakan
Tiada lagi sisa di waktu silam

Namun tetaplah gelap sirnakan bayang
Jumpa temaram s'makin menghitam
Coba mencari tetap tak tertemui
Setiba waktu yang tak di nanti
"Sirnalah ... karena memang tiada arti!"
Lupakankah jika engkau t'lah sadari

TAK TAHU


apa yang kurasa
tersirat dalam asa
apa yang kutuju
tersirat dalam kalbu


terbesit sekilas gambaran masa depan
senyuman menawan dirimu dari depan
menusuk fikiran untuk sepemikiran


dulu aku tak paham apa yang kurasakan
bedebum menderu dum darah maengalir dalam jantung
genderang menderang terang trus irma nyayian perang 


ada conflict dalam diri
perseteruan antar ego yang mengambil alih diri
biarkan diri ini berenang dalam emosi
lautan yang sulit untuk dimengerti


terus kucoba untuk mengendalikannya
tertahan suka dan duka bersama dengan dirinya


kini semua tlah berubah
semua itu sekarang hanya sebuah bilah
bilah pedang yang sudah rapuh
yang akan hilang tertiup sang angin jatuh


jangan gunakan fikiran semata
untuk menjabarkannya
gunakan logika sebagi tumpuan
biarkan hati menuntun menuju jalan kebenaran

AKU DAN DIRIKU


Kegundahan hati hanya sesaat
Jangan tundukkan kepalamu kebawah!
Lihatlah sekelilingmu!
Keagungan TUHAN yang begitu besar 


Bunga bunga indah bermekaran di mana mana
Matahari memberi sinar semesta
Dan Hujan menyiraminya
Tat kala bumi ini haus akan kesegaran


Tatap kedepan
Jangan menoleh
Terus berjalan
Lurus ! Lurus ! Luruslah


Syukuri dan nikmati apa yang ada
Jangan sampai terhasut emosi sesaat
Karna hidup hanya sekali
Dan maknailah kehidupan itu dengan keindahan

Maret dan Mei




Masih menanti
Menghitung detik memukul kepala
Menghindar dari segala ancaman yang ada
Tetapi semua tetap sama, mulai jera

Memakan satu persatu kertas di meja
Mencatat rumitnya logika yang ada
Mengukir angan di kerasnya benjolan kepala
Mengapa tak segera mungkin kita pergi kesana
Menuju masa dimana tiada kebebasan
Kita yang membuat aturan
Melaksanakan dan mengindahkan
Menceritakan tentang pilunya debu bertebaran
Terbawa Angin hingga tiada tempat untuk pulang
Hinggap di dahan, beberapa masih tetap terbang
Beberapa telah tersungkur ke tanah
Bercampur aduk menjadi satu bagian

Apa yang diharapkan
Sudah habis waktu tuk bersabar
Maret masih ada di depan, Febuari telah terlupakan
Mei bukan gambaran kebebasan
Juni masih menanti penuh ancaman
Di balik sebuah cerita akan kebebasan
Menantikan penanya bisa kembali terdiam

Masih menanti
Masih mencari apa yang tersembunyi
Angan-angannya akan sebuah mimpi
Mimpi-mimpinya menjadi hal yang pasti
Disisa jari menghitung hari
Yang masih dinanti

Arnanto K

Biarlah




Tak mampu lagi kurasakan
Gejolak amarah kini nyata tak menjelma
Terbungkam hati untuk tak ungkapkan
Lara hati sirna seketika

Ada apa dengan diri ini
Seakan langkah kaki memaksa untuk beranjak pergi
Tenanglah, Aku juga tak percaya dengan apa yang ada
Ini bukan sandiwara terakhir kalinya
Malam masih panjang untuk tetap terjaga
Langit tetap bungkam seperti biasa

Biarlah semua kembali
Mimpi tetaplah mimpi
Meski hanya sebuah ilusi
Melangkah tanpa arah yang pasti
Setidaknya tiada kebohongan yang terdapati
Biarlah semua tak masuk diakal
Dan tiada lagi kata ingkar
Untuk terakhir kalinya
Biarlah logika tak bicara
Hingga ia sadari dunia telah tinggalkannya

Arnanto K

Catatan Pahlawan

Hujam


Peluru menyambut malam datang
Seiring hujan turun hentikan lengkingannya
Menghapus rona tanah pekat memerah
Membalutnya dengan semangat yang tercurah

Mereka menantikan
Bukan cerita tentang kecamuknya pertempuran
Bukan cerita kemenangan sebuah perang
Mereka menantikan
Kepulangan pria mereka
Yang masih mereka kenal hangat tubuhnya
Berharap tak terbalut lusuhnya kain bendera
Mengutuk para penguasa di balik kokohnya istana
Yang ketakutan dihangat lindungannya

Kita bertahan karna satu alasan
Bukan untuk Kemuliaan, Kehormatan maupun penghargaan
Kita bertahan karna satu alasan
Menceritakan mereka yang terlupa
Kisahkan prajurit yang tak kita kenal namanya
Di remuk puing-puing bangunan yang terlupakan
Di bawah riang gagak-gagak hitam berterbaran
Menutup mendung yang bersemayam

Bertahan hari ini untuk bertahan esok hari
Terjaga malam ini dan tertidur lusa nanti
Untuk sebuah kenyataan dan mimpi
Pahitnya cerita yang mereka nanti
.
Arnanto K

Kesepian Sesungguhnya



Banyak orang selalu berkata mereka kesepian
Sungguh sebuah kebohongan bodoh diri sendiri
Kesepian dan kesendirian
Apa yang ada dalam benakmu
Sejauh mana kau berfikir merasa hidupmu terlalu sunyi
Segelap apa bayangmu hingga tak mau mengikuti
Kesepian yang sesungguhnya
Takkan mampu diungkapkan, diutarakan maupun diceritakan

Dalam heningnya malam
Dalam keramaian orang disekitar
Berjalan di jalan hidup yang hampa
Bercerita pada kalbu yang berduka
Sembari menekuk lutut yang terluka
Lihatlah semesta dan bintang
Sejauh apa kesepian yang kau rasakan
Mereka jauh nan sendiri mengirim gemerlap yang tak kau hiraukan
Kesepian, kerinduan dan menghilang
Dalam gemerlapnya yang memudar perlahan

Suara Hati



Malu bertanya sesat di jalan
Pepatah mengatakan
Aku bertanya tak ada jawaban
Kucoba bertutur kata sopan


Masih...
Masih tak ada jawaban
Dimanakah hati nurani para saudara
Melihat sesama MANUSIA membutuhkan bantuan

Akan berlabuh kemanakah perahu hidup ini
Tiada setitik simpati di hati saudara
Bukan maksudku membebani saudara
Bukan maksudku tak berusaha

Aku pun hanya seorang Manusia
Yang rapuh dan mudah patah

Tak akan kulupakan hari ini
Hari dimana saudara merendahkan
Jangan para saudara berfikir buruk
Karna sifat manusia memang seperti ini

Egois
Pendendam
Pemarah
Penakut
Serakah

Tak kupungkiri aku pun begitu
Semoga terbuka hati ini
Agar dapat beristirahat
Dengan damai

Catatan Pengembara Waktu



Entah apa yang saya pikirkan hingga muncul inspirasi semacam ini, mungkin karna masa kecil saya yang ditemani Doraemon, maksud saya komik doraemon XD

Catatan pengembara waktu
-
Mampukah terbayangkan
Kembali kemasa kehampaan
Menuju dunia yang masih dipertanyakan
Terdengar indah bagi setiap orang
Tak sadarkah pahitnya kenyataan
.
Mampukah terlukiskan
Angin biru nampak jelas tak berdebu
Nyanyian alam seolah menyayat kalbu
Rimba terbentang luas menembus cakrawala
Berbeda dengan apa yang ada
Cerita moyang tentang kehidupannya
Menuai lahan yang dulu berseri
Seiring gedung-gedung perlahan menjulang tinggi
Memakan habis rimba yang perkasa
Sisakan duka yang terlupakan
.
Biarlah jejak membekas dan terhapus
Hingga tersadar asa kian pupus
Melihat daun tak lagi terjatuh
Biarlah hari esok kan tetap jadi kejutan
Tersadar manusia masih tapakkan kaki dialam
Yang kini tertutup harapan,nan duka yang tertanam
Jauh digelapnya dasar bumi
Menjulang tinggi diatas angkuh sang langit
Waktu memakan perlahan
Hingga tiada lagi tulang belulang
Bahkan tak tercium busuknya bangkai sendiri
Hingga tiada tersisa diwaktu ini
Hingga terasa kerasnya kepala, melebihi apa yang tlah mereka cipta

Arnanto K